ikan tawar medan
Selasa, 20 Juli 2010
Jumat, 16 Juli 2010
warna air tambak kriteria warna air
warna air tambak kriteria warna air
Kriteria warna air tambak yang dapat dijadikan acuan standar dalam pengelolaan kualitas air adalah seperti di bawah ini:
1. Warna air tambak hijau tua yang berarti menunjukkan adanya dominansi chlorophyceae dengan sifat lebih stabil terhadap perubahan lingkungan dan cuaca karena mempunyai waktu mortalitas yang relatif panjang. Tingkat pertumbuhan dan perkembangannya yang relatif cepat sangat berpotensi terjadinya booming plankton di perairan tersebut.
2. Warna air tambak kecoklatan yang berarti menunjukkan adanya dominansi diatomae. Jenis plankton ini merupakan salah satu penyuplai pakan alami bagi udang, sehingga tingkat pertumbuhan dan perkembangan udang relatif lebih cepat. Tingkat kestabilan plankton ini relatif kurang terutama pada kondisi musim dengan tingkat curah hujan yang tinggi, sehingga berpotensi terjadinya plankton collaps dan jika pengelolaannya tidak cermat kestabilan kualitas perairan akan bersifat fluktuatif dan akan mengganggu tingkat kenyamanan udang di dalam tambak.
3. Warna air tambak hijau kecoklatan yang berarti menunjukkan dominansi yang terjadi merupakan perpaduan antara chlorophyceae dan diatomae yang bersifat stabil yang didukung dengan ketersediaan pakan alami bagi udang.
Standar warna air tambak seperti tersebut di atas merupakan acuan praktis dalam mengidentifikasi jenis plankton sebagai upaya pendeteksian masalah kualitas perairan secara dini. Selain warna standar tersebut ada beberapa warna air tambak yang biasa dijumpai dalam kegiatan usaha budidaya udang, yaitu antara lain:
1. Warna air tambak kekuningan yang berarti menunjukkan adanya dominansi phytoplankton jenis cyanophyceae. Pada kondisi perairan tambak seperti ini biasanya udang berwarna lebih pucat dari biasanya disertai dengan penurunan nafsu makan udang dan jika tidak segera diantisipasi dapat menimbulkan kerusakan pada hepatopanchreas udang.
2. Warna air tambak hijau pupus yang berarti menunjukkan adanya dominansi phytoplankton jenis dynophyceae dampak yang ditimbulkan relatif sama dengan point (1).
3. Warna air tambak biru kehijauan yang berarti menunjukkan adanya dominansi blue green algae dampak yang ditimbulkan relatif sama dengan point (1).
4. Kamuflase green color, pada kondisi ini tambak seolah-olah berwarna kehijauan tapi pada dasarnya tidak/kurang mengandung plankton. Hal ini terjadi biasanya pada tambak yang kandungan bibit planktonya sangat kurang tetapi kegiatan pemupukan berjalan terus, sehingga warna yang ditimbulkan adalah warna karena pengaruh cuaca. Kejadian ini dapat diketahui dengan mengukur kecerahan perairan tambak yang biasanya sangat tinggi, atau dengan melihat warna air yang ada pada kincir air yang sedang dioperasikan.
Identifikasi jenis plankton di perairan tambak secara praktis dengan melihat warna perairan seperti telah diuraikan di atas perlu ditunjang dengan pengamatan dan analisis laboratorium secara berkala untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Kegiatan ini dilakukan dengan cara pengambilan sampel perairan dan sampel udang dari petakan-petakan tambak baik yang bermasalah maupun yang tidak terkena masalah, sehingga dapat diambil perbandingannya.
sumber: http://marindro-ina.blogspot.com
1. Warna air tambak hijau tua yang berarti menunjukkan adanya dominansi chlorophyceae dengan sifat lebih stabil terhadap perubahan lingkungan dan cuaca karena mempunyai waktu mortalitas yang relatif panjang. Tingkat pertumbuhan dan perkembangannya yang relatif cepat sangat berpotensi terjadinya booming plankton di perairan tersebut.
2. Warna air tambak kecoklatan yang berarti menunjukkan adanya dominansi diatomae. Jenis plankton ini merupakan salah satu penyuplai pakan alami bagi udang, sehingga tingkat pertumbuhan dan perkembangan udang relatif lebih cepat. Tingkat kestabilan plankton ini relatif kurang terutama pada kondisi musim dengan tingkat curah hujan yang tinggi, sehingga berpotensi terjadinya plankton collaps dan jika pengelolaannya tidak cermat kestabilan kualitas perairan akan bersifat fluktuatif dan akan mengganggu tingkat kenyamanan udang di dalam tambak.
3. Warna air tambak hijau kecoklatan yang berarti menunjukkan dominansi yang terjadi merupakan perpaduan antara chlorophyceae dan diatomae yang bersifat stabil yang didukung dengan ketersediaan pakan alami bagi udang.
Standar warna air tambak seperti tersebut di atas merupakan acuan praktis dalam mengidentifikasi jenis plankton sebagai upaya pendeteksian masalah kualitas perairan secara dini. Selain warna standar tersebut ada beberapa warna air tambak yang biasa dijumpai dalam kegiatan usaha budidaya udang, yaitu antara lain:
1. Warna air tambak kekuningan yang berarti menunjukkan adanya dominansi phytoplankton jenis cyanophyceae. Pada kondisi perairan tambak seperti ini biasanya udang berwarna lebih pucat dari biasanya disertai dengan penurunan nafsu makan udang dan jika tidak segera diantisipasi dapat menimbulkan kerusakan pada hepatopanchreas udang.
2. Warna air tambak hijau pupus yang berarti menunjukkan adanya dominansi phytoplankton jenis dynophyceae dampak yang ditimbulkan relatif sama dengan point (1).
3. Warna air tambak biru kehijauan yang berarti menunjukkan adanya dominansi blue green algae dampak yang ditimbulkan relatif sama dengan point (1).
4. Kamuflase green color, pada kondisi ini tambak seolah-olah berwarna kehijauan tapi pada dasarnya tidak/kurang mengandung plankton. Hal ini terjadi biasanya pada tambak yang kandungan bibit planktonya sangat kurang tetapi kegiatan pemupukan berjalan terus, sehingga warna yang ditimbulkan adalah warna karena pengaruh cuaca. Kejadian ini dapat diketahui dengan mengukur kecerahan perairan tambak yang biasanya sangat tinggi, atau dengan melihat warna air yang ada pada kincir air yang sedang dioperasikan.
Identifikasi jenis plankton di perairan tambak secara praktis dengan melihat warna perairan seperti telah diuraikan di atas perlu ditunjang dengan pengamatan dan analisis laboratorium secara berkala untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Kegiatan ini dilakukan dengan cara pengambilan sampel perairan dan sampel udang dari petakan-petakan tambak baik yang bermasalah maupun yang tidak terkena masalah, sehingga dapat diambil perbandingannya.
sumber: http://marindro-ina.blogspot.com
pengaruh suhu air terhadap perkembangan ikan
suhu berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan, mulai dari telur, benih sampai ukuran dewasa. suhu air akan berpengaruh terhadap proses penetasan telur dan perkembangan telur.
suhu air yang terlalu rendah (dingin) mengakibatkan proses penetesan pada telur ikan akan menjadi lambat, untuk mempertahankan suhu supaya optimal maka pada budidaya pembenihan secara intensif sering menggunakan alat pemanas air (heater) yang biasa digunakan di akuarium atau di bak fiber. suhu air yang diperlukan untuk proses penetasan telur ikan berkisar antara
25 - 30 derajat celcius.
di alam naik turunnya suhu air sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan. perubahan suhu air yang terlalu ekstrim akan berdapat buruk terhadap ikan yang dipelihara.
akibatnya ikan menjadi stres, dan apabila ikan sudah stress maka ikan tersebut akan rentan terhadap penyakit.
suhu akan berpengaruh terhadap laju pertumbuhan ikan bila suhu terlalu rendah maka pertumbuhan ikan yang dipelihara akan lambat tumbuh, karena bila suhu rendah maka proses metabolisme ikan akan menjadi lambat dan nafsu ikan akan menurun. suhu harus tepat yaitu kisaran optimum 25 - 30 derajat celcius
suhu berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan, mulai dari telur, benih sampai ukuran dewasa. suhu air akan berpengaruh terhadap proses penetasan telur dan perkembangan telur.
suhu air yang terlalu rendah (dingin) mengakibatkan proses penetesan pada telur ikan akan menjadi lambat, untuk mempertahankan suhu supaya optimal maka pada budidaya pembenihan secara intensif sering menggunakan alat pemanas air (heater) yang biasa digunakan di akuarium atau di bak fiber. suhu air yang diperlukan untuk proses penetasan telur ikan berkisar antara
25 - 30 derajat celcius.
di alam naik turunnya suhu air sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan. perubahan suhu air yang terlalu ekstrim akan berdapat buruk terhadap ikan yang dipelihara.
akibatnya ikan menjadi stres, dan apabila ikan sudah stress maka ikan tersebut akan rentan terhadap penyakit.
suhu akan berpengaruh terhadap laju pertumbuhan ikan bila suhu terlalu rendah maka pertumbuhan ikan yang dipelihara akan lambat tumbuh, karena bila suhu rendah maka proses metabolisme ikan akan menjadi lambat dan nafsu ikan akan menurun. suhu harus tepat yaitu kisaran optimum 25 - 30 derajat celcius
PRINSIP BUDAYA KOLAM IKAN
1. Ikan bergantung makanan secara langsung atau tidak langsung pada tanaman.
2. Berat ikan yang boleh dihasilkan di perairan alami bergantung pada kemampuan air untuk meningkatkan tanaman. Kita boleh meningkatkan pengeluaran dengan menambah kilang bahan organik yang dihasilkan di tempat lain.
3. Kemampuan air untuk menghasilkan tanaman bergantung pada sinar matahari, suhu, CO2, mineral dari tanah atau batuan, nitrogen (no3-dan NH4-), O2 dan air.
4. Alam kesuburan air bergantung pada kesuburan tanah di dasar tambak dan DAS.
5. Fertlity air dapat ditingkatkan dengan menambah pupuk anorganik.
6. Setelah menambah semua mineral penting dan semua nitrogen sedia, faktor pembatas berikutnya adalah CO2. Sebatian ini dapat ditingkatkan dengan menambah bahan organik diikuti oleh pengapuran (Ca, Mg).
7. Faktor pembatas seterusnya dalam penghasilan ikan, setelah mineral dan CO2 yang disediakan, adalah permintaan oksigen dan organisma hidup semua mati di dalam air. Hal ini dapat diberikan dengan mengalirkan air kaya oksigen atau mengepam air dari bawah dan menganginkan itu. Jika oksigen dalam air turun di bawah 1,0 ppm, ikan mati. Satu oksigen ppm sudah cukup untuk ikan dalam keadaan rehat, tetapi untuk ikan aktif, 3,0 ppm diperlukan.
8. tanaman mikroskopik (alga planktonik) adalah makanan pokok pengeluaran tanaman untuk ikan.
9. tanaman mikroskopik yang paling dikehendaki, kerana: (a) kitaran hidup singkat, (b) mobiliti, (c) lebih berkhasiat, dan (d) saiz kecil.
10. Berakar tanaman kurang diingini, kerana: (a) umur panjang, (b) imobilitas, (c) kurang berkhasiat, (d) saiz besar, dan (e) kesan bayangan.
11. a. Air lebih subur yang lebih berat yang Konsentrasi plankton, semakin dangkal lebih menjadi penetrasi cahaya dan fotosintesis. b. Konsentrasi plankton berat di atas air menyebabkan stratifikasi dangkal dan oksigen rendah atau tidak ada di dalam air yang lebih dalam. Kuat angin, atau hujan lebat menyebabkan overtum sejuk, menyebabkan kesukaran untuk ikan. Air dengan oksigen tidak menyebar terlalu cepat dan boleh membunuh ikan. Berat plankton boleh dibunuh dengan menggunakan CuSO4. Cahaya dapat menembusi lebih dalam, demikian juga pengeluaran oksigen. c. yang lebih subur tasik atau kolam (plankton berat) semakin tinggi prosentase dari jumlah keseluruhan keadaan air kekurangan oksigen selama tempoh stratifikasi.
12. Tanaman berakar desitable, di bahagian, di perairan kesuburan rendah, kerana: (1) air dalam oksigenat jauh di bawah dan cahaya menembusi, (2) menarik nutrisi dari tanah dasar tambak, (3) mengelakkan hakisan marjinal, (4) mempunyai permukaan untuk organisma makanan, dan (5) menyediakan makanan untuk ikan derectly atau secara tidak langsung.
13. Semakin panjang rantai makanan dari tanaman untuk ikan menurunkan pengeluaran ikan yang diperolehi. Tingkat penukaran dari: Plant untuk ikan 5 = - 10 Plant untuk serangga = 5-10 serangga terhadap ikan = 3-10 ikan untuk ikan 2 = - 5
14. Pada tahap tertentu kesuburan pengeluaran ikan adalah pemalar untuk satu spesies tertentu dan tahap tertentu kaus kaki. Total pound / ha bergantung pada jumlah yang hadir ikan dan saiz panen. Ikan kecil menghasilkan sejumlah besar lbs / ha, dan yang besar menghasilkan sejumlah kecil lbs / ha.
15. Untuk tempoh masa yang singkat kita dapat menetapkan nombor (dan ukuran akhir) dengan jumlah stok. Hal ini dapat dilakukan dengan sering pengeringan sebelum ikan cukup tua untuk bertelur. Untuk spawner tidak akan ada difficulity tidak. Tingkat kematian bisa sampai 20 peratus per tahun.
16. Untuk tempoh masa yang panjang jumlah dan saiz ikan harus dikawal dengan kaedah biologi seperti: 1. Penindakan - mencegah pembiakan, misalnya ikan mas. 2. Pemangsaan - kaedah kawalan jumlah ikan muda. 3. Kelaparan - ini boleh menyebabkan weakning ikan, sehingga rentan terhadap penyakit dan parasit. 4. Terhad wilayah spawing
17. Berat total terbesar untuk salah satu jenis pakan (untuk tempoh singkat waktu untuk ikan yg makan ikan) boleh dikeluarkan di perairan hanya mengandungi spesies tersebut.
18. Berat total terbesar ikan boleh dihasilkan dengan kombinasi pakan ikan yang berbeza dalam kebiasaan makan.
19. Kehadiran spesies yg makan ikan menurunkan jumlah keseluruhan berat atau ikan, penurunan jumlah ikan, tetapi memperbesar ukuran rata-rata.
20. Tingkat pemberian pakan yang diperlukan untuk mempertahankan ikan kurang dari tahap yang diperlukan untuk pertumbuhan.
21. Jumlah makanan yang diperlukan untuk memelihara ikan pertama-pon untuk satu tahun adalah sama dengan pakan yang diperlukan untuk menaikkan ikan untuk satu pon.
22. Sebuah populasi ikan di peringkat kelimpahan makanan tertentu akan cenderung untuk memperluaskan sampai makanan dituai sama dengan jumlah yang diperlukan untuk pemeliharaan.
23. Makan pada penyelenggaraan tidak ekonomik untuk waktu yang lama. Menyusui untuk kenyang adalah tidak ekonomik juga. Pakan Econimical bervariasi dengan ukuran ikan.
24. Ekonomis makan per hektar dibatasi oleh kecekapan sistem ekologi dalam pembuangan sisa dan reoxygenation.
25. high quality harus mengandungi suapan dalam proporsi yang tepat; protein untuk membina daging ikan karbohidrat dan lemak untuk tenaga, mineral untuk pembangunan dan peraturan, dan vitamin untuk tatacara proses kehidupan.
26. High pengaruh pakan (a) jumlah sisa, (b) kesihatan ikan, dan (c) kadar pertumbuhan.
27. Dengan meningkatkan kelajuan makan tahap penebaran ikan dapat ditingkatkan. Hal ini dapat meningkatkan kejadian parasit dan penyakit.
28. Dalam peraturan batas harga pakan dapat menggantikan predasi dalam memperoleh peratusan yang tinggi dari ikan dituai.
29. Kadar pertumbuhan ikan sangat bervariasi dan bergantung pada: (a) kemampuan mereka untuk tumbuh, (b) high pakan, (c) sisa ruangan - sistem pembuangan, (d) suhu, (e) jumlah pakan per individu.
30. Usia minimal pada pemijahan bergantung pada tahap pertumbuhan.
H.S. Swingle Universiti Auburn
1. Ikan bergantung makanan secara langsung atau tidak langsung pada tanaman.
2. Berat ikan yang boleh dihasilkan di perairan alami bergantung pada kemampuan air untuk meningkatkan tanaman. Kita boleh meningkatkan pengeluaran dengan menambah kilang bahan organik yang dihasilkan di tempat lain.
3. Kemampuan air untuk menghasilkan tanaman bergantung pada sinar matahari, suhu, CO2, mineral dari tanah atau batuan, nitrogen (no3-dan NH4-), O2 dan air.
4. Alam kesuburan air bergantung pada kesuburan tanah di dasar tambak dan DAS.
5. Fertlity air dapat ditingkatkan dengan menambah pupuk anorganik.
6. Setelah menambah semua mineral penting dan semua nitrogen sedia, faktor pembatas berikutnya adalah CO2. Sebatian ini dapat ditingkatkan dengan menambah bahan organik diikuti oleh pengapuran (Ca, Mg).
7. Faktor pembatas seterusnya dalam penghasilan ikan, setelah mineral dan CO2 yang disediakan, adalah permintaan oksigen dan organisma hidup semua mati di dalam air. Hal ini dapat diberikan dengan mengalirkan air kaya oksigen atau mengepam air dari bawah dan menganginkan itu. Jika oksigen dalam air turun di bawah 1,0 ppm, ikan mati. Satu oksigen ppm sudah cukup untuk ikan dalam keadaan rehat, tetapi untuk ikan aktif, 3,0 ppm diperlukan.
8. tanaman mikroskopik (alga planktonik) adalah makanan pokok pengeluaran tanaman untuk ikan.
9. tanaman mikroskopik yang paling dikehendaki, kerana: (a) kitaran hidup singkat, (b) mobiliti, (c) lebih berkhasiat, dan (d) saiz kecil.
10. Berakar tanaman kurang diingini, kerana: (a) umur panjang, (b) imobilitas, (c) kurang berkhasiat, (d) saiz besar, dan (e) kesan bayangan.
11. a. Air lebih subur yang lebih berat yang Konsentrasi plankton, semakin dangkal lebih menjadi penetrasi cahaya dan fotosintesis. b. Konsentrasi plankton berat di atas air menyebabkan stratifikasi dangkal dan oksigen rendah atau tidak ada di dalam air yang lebih dalam. Kuat angin, atau hujan lebat menyebabkan overtum sejuk, menyebabkan kesukaran untuk ikan. Air dengan oksigen tidak menyebar terlalu cepat dan boleh membunuh ikan. Berat plankton boleh dibunuh dengan menggunakan CuSO4. Cahaya dapat menembusi lebih dalam, demikian juga pengeluaran oksigen. c. yang lebih subur tasik atau kolam (plankton berat) semakin tinggi prosentase dari jumlah keseluruhan keadaan air kekurangan oksigen selama tempoh stratifikasi.
12. Tanaman berakar desitable, di bahagian, di perairan kesuburan rendah, kerana: (1) air dalam oksigenat jauh di bawah dan cahaya menembusi, (2) menarik nutrisi dari tanah dasar tambak, (3) mengelakkan hakisan marjinal, (4) mempunyai permukaan untuk organisma makanan, dan (5) menyediakan makanan untuk ikan derectly atau secara tidak langsung.
13. Semakin panjang rantai makanan dari tanaman untuk ikan menurunkan pengeluaran ikan yang diperolehi. Tingkat penukaran dari: Plant untuk ikan 5 = - 10 Plant untuk serangga = 5-10 serangga terhadap ikan = 3-10 ikan untuk ikan 2 = - 5
14. Pada tahap tertentu kesuburan pengeluaran ikan adalah pemalar untuk satu spesies tertentu dan tahap tertentu kaus kaki. Total pound / ha bergantung pada jumlah yang hadir ikan dan saiz panen. Ikan kecil menghasilkan sejumlah besar lbs / ha, dan yang besar menghasilkan sejumlah kecil lbs / ha.
15. Untuk tempoh masa yang singkat kita dapat menetapkan nombor (dan ukuran akhir) dengan jumlah stok. Hal ini dapat dilakukan dengan sering pengeringan sebelum ikan cukup tua untuk bertelur. Untuk spawner tidak akan ada difficulity tidak. Tingkat kematian bisa sampai 20 peratus per tahun.
16. Untuk tempoh masa yang panjang jumlah dan saiz ikan harus dikawal dengan kaedah biologi seperti: 1. Penindakan - mencegah pembiakan, misalnya ikan mas. 2. Pemangsaan - kaedah kawalan jumlah ikan muda. 3. Kelaparan - ini boleh menyebabkan weakning ikan, sehingga rentan terhadap penyakit dan parasit. 4. Terhad wilayah spawing
17. Berat total terbesar untuk salah satu jenis pakan (untuk tempoh singkat waktu untuk ikan yg makan ikan) boleh dikeluarkan di perairan hanya mengandungi spesies tersebut.
18. Berat total terbesar ikan boleh dihasilkan dengan kombinasi pakan ikan yang berbeza dalam kebiasaan makan.
19. Kehadiran spesies yg makan ikan menurunkan jumlah keseluruhan berat atau ikan, penurunan jumlah ikan, tetapi memperbesar ukuran rata-rata.
20. Tingkat pemberian pakan yang diperlukan untuk mempertahankan ikan kurang dari tahap yang diperlukan untuk pertumbuhan.
21. Jumlah makanan yang diperlukan untuk memelihara ikan pertama-pon untuk satu tahun adalah sama dengan pakan yang diperlukan untuk menaikkan ikan untuk satu pon.
22. Sebuah populasi ikan di peringkat kelimpahan makanan tertentu akan cenderung untuk memperluaskan sampai makanan dituai sama dengan jumlah yang diperlukan untuk pemeliharaan.
23. Makan pada penyelenggaraan tidak ekonomik untuk waktu yang lama. Menyusui untuk kenyang adalah tidak ekonomik juga. Pakan Econimical bervariasi dengan ukuran ikan.
24. Ekonomis makan per hektar dibatasi oleh kecekapan sistem ekologi dalam pembuangan sisa dan reoxygenation.
25. high quality harus mengandungi suapan dalam proporsi yang tepat; protein untuk membina daging ikan karbohidrat dan lemak untuk tenaga, mineral untuk pembangunan dan peraturan, dan vitamin untuk tatacara proses kehidupan.
26. High pengaruh pakan (a) jumlah sisa, (b) kesihatan ikan, dan (c) kadar pertumbuhan.
27. Dengan meningkatkan kelajuan makan tahap penebaran ikan dapat ditingkatkan. Hal ini dapat meningkatkan kejadian parasit dan penyakit.
28. Dalam peraturan batas harga pakan dapat menggantikan predasi dalam memperoleh peratusan yang tinggi dari ikan dituai.
29. Kadar pertumbuhan ikan sangat bervariasi dan bergantung pada: (a) kemampuan mereka untuk tumbuh, (b) high pakan, (c) sisa ruangan - sistem pembuangan, (d) suhu, (e) jumlah pakan per individu.
30. Usia minimal pada pemijahan bergantung pada tahap pertumbuhan.
H.S. Swingle Universiti Auburn
Kamis, 15 Juli 2010
kunci keberhasilan dalam budidaya ikan
kunci keberhasilan dalam budidaya ikan
apabila kita berbicara tentang ikan maka tidak akan lepas dari makanan, makan merupakan kebutuhan rutin manusia. Ikan merupakan salah satu penyedia giji bagi manusia karena di dalam ikan banyak mengandung protein yang berguna bagi tubuh manusia.
dengan pertambahan jumlah penduduk yang semakin meningkat maka kebutuhan akan ikan pun semakin meningkat.
Untuk mencukupi akan kebutuhan tersebut kita tidak hanya mengandalkan produksi ikan dari hasil tangkapan saja, karena bila terus mengandalan produksi dari hasil tangkapan akan kemungkinan terjadi overfishing apalagi kalau penangkapan ikan yang tidak terkendalikan. untuk mencukupi kebutuhan akan ikan maka kita perlu meningkatkan usaha budidaya ikan, baik usaha budidaya ikan di kolam, sawah, tambak, dan lainya.
dalam usaha budidaya tidak selamanya berjalan mulus dan sering menemui kendala. maka dari itu di bawah akan kami sebutkan beberapa kunci keberhasilan dalam berbudidaya ikan. yaitu sebagai berikut :
1. pemilihan lokasi budidaya yang tepat
sumber air yang cukup dan tersedia sepanjang tahun, kemiringan areal kolam yang baik sehingga memudahkan dalam proses pemasukan dan pembuangan air kolam.
2. lokasi jauh dari sumber pencemaran atau limbah
bila sumber air kolam tercemar maka akan mengakibatkan penurunan kualitas air, sehingga ikan tumbuh kurang baik.
3. akses ke lokasi perkolaman mudah.
areal kolam mudah untuk dikunjungi, hal ini menyangkut pada kemudahan dalam pemasaran ikan.
4. tehnik budidaya ikan perlu dikuasai
perlu menguasai cara berbudidaya ikan, menyangkut tehnik pemeliharaan ikan, tehnik hama penyakit ikan, tehnik kualitas air, tehnik konstruksi.
5. manajemen pegawai
pengaturan manajemen pegawai perlu dikuasai, hal ini berkaitan dengan profesionalitas pegawai.
6. akses pemasaran
pasar tidak jauh dari lokasi budidaya, memperhatikan kebutuhan masyarakat sekitar.
apabila kita berbicara tentang ikan maka tidak akan lepas dari makanan, makan merupakan kebutuhan rutin manusia. Ikan merupakan salah satu penyedia giji bagi manusia karena di dalam ikan banyak mengandung protein yang berguna bagi tubuh manusia.
dengan pertambahan jumlah penduduk yang semakin meningkat maka kebutuhan akan ikan pun semakin meningkat.
Untuk mencukupi akan kebutuhan tersebut kita tidak hanya mengandalkan produksi ikan dari hasil tangkapan saja, karena bila terus mengandalan produksi dari hasil tangkapan akan kemungkinan terjadi overfishing apalagi kalau penangkapan ikan yang tidak terkendalikan. untuk mencukupi kebutuhan akan ikan maka kita perlu meningkatkan usaha budidaya ikan, baik usaha budidaya ikan di kolam, sawah, tambak, dan lainya.
dalam usaha budidaya tidak selamanya berjalan mulus dan sering menemui kendala. maka dari itu di bawah akan kami sebutkan beberapa kunci keberhasilan dalam berbudidaya ikan. yaitu sebagai berikut :
1. pemilihan lokasi budidaya yang tepat
sumber air yang cukup dan tersedia sepanjang tahun, kemiringan areal kolam yang baik sehingga memudahkan dalam proses pemasukan dan pembuangan air kolam.
2. lokasi jauh dari sumber pencemaran atau limbah
bila sumber air kolam tercemar maka akan mengakibatkan penurunan kualitas air, sehingga ikan tumbuh kurang baik.
3. akses ke lokasi perkolaman mudah.
areal kolam mudah untuk dikunjungi, hal ini menyangkut pada kemudahan dalam pemasaran ikan.
4. tehnik budidaya ikan perlu dikuasai
perlu menguasai cara berbudidaya ikan, menyangkut tehnik pemeliharaan ikan, tehnik hama penyakit ikan, tehnik kualitas air, tehnik konstruksi.
5. manajemen pegawai
pengaturan manajemen pegawai perlu dikuasai, hal ini berkaitan dengan profesionalitas pegawai.
6. akses pemasaran
pasar tidak jauh dari lokasi budidaya, memperhatikan kebutuhan masyarakat sekitar.
Langganan:
Komentar (Atom)